BERBAHAGIALAH HATI YANG DAMAI, JUJUR DAN BENAR
BERBAHAGIALAH HATI YANG DAMAI, JUJUR DAN BENAR
Kebanyakan orang lupa akan hikmat yang benar itu datangnya dari Tuhan sendiri bukan dari penguasa-penguasa dunia ini sebab penguasa dunia akan ditiadakan. Karena Roh telah memimpin kita dan Roh telah menyelidiki segala sesuatu yang tersembunyi didalam diri Allah. Tak seorangpun manusia mengetahui selain Roh Allah, inilah Roh yang kita terima dari Allah agar kita tahu apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
Pada dasarnya Tuhan tidak memberikan izin orang menjadi fasik dan berbuat dosa. Sanggupkah kita menjalani? Demikian juga Yesus datang kedunia ini bukan untuk meniadakan hukum Taurat tetapi untuk menggenapinya, karena tidak satu titikpun akan ditiadakan sebelum semuanya terjadi. Begitulah apa yang dikatakan oleh nenek moyang kita, kemudian dengan kehadiran Yesus perihal ini diberikan penegasan bahwa manusia dalam menjalani kehidupannya agar dapat melakukan dan berperilaku penuh dengan kejujuran dan kebenaran yang beralaskan kasih, serta konsekwensi hidup yang bertanggung jawab atas perbutan kita masing-masing.
Apa yang difirmankan Tuhan hendaknya ditangkap dengan cermat, dikunyah, dirasakan dan di tindaklanjuti dengan setia, kita tidak boleh berbuat sekehendak hati melakukan kejahatan apakah membunuh, marah sesuka hati terhadap yang lain, kita diajarkan juga untuk senantiasa berdamai dengan lawan agar tidak terjerumus lebih dalam. Kita diajarkan pula untuk tidak menyalahgunakan anggota tubuh kita, contohnya apabila mata kita melihat dan bernapsu birahi karena memperhatikan wanita cantik yang sedang melintas di depan mata dan dibawa sampai kedalam hati dan dia bukan siapa-siapa , itu sudah dikatakan berzinah, dan apalagi melakukan dengan sengaja bentuk perzinahan yang lain seperti kasus perceraian seorang suami terhadap isterinya, kecuali isterinya berzinah. Maka dengan keras diingatkan kalau mata kananmu menyesatkan maka cungkillah dan buanglah, lebih baik satu anggota tubuh dibinasakan dari pada dengan kedua mata yang utuh tetapi dicampakkan ke neraka dan masih banyak contoh yang lain dan seterusnya.
Hendaknya harus disadari betul hal-hal seperti itu sangat merugikan iman dan moralitas seseorang, keluarga dan masyarakat serta bangsa. Disinilah letaknya perlu adanya keteladan pelayanan dari seorang figure kususnya dalam kegiatan menggereja di lingkungan-lingkungan, sebagai titik awal menggereja yang mandiri dan berjati diri.
Dalam mengelola kehidupan sebagai orang beriman yang didukung dengan moralitas yang tinggi maka jangalah kita bersumpah tanpa kebenaran dan kejujuran ini akan mencelakakan diri sendiri. Banyak orang melakukan sumpah seperti sumpah jabatan tetapi kenyataannya banyak yang melakukan perselingkuhan dan korupsi, menyalahgunakan jabatan dan wewenang hanya untuk kepentingan diri sendiri dan meninggalkan kepentingan orang banyak yang lebih bermartabat, bukankah hal ini akan menjerat diri sendiri?
Ingat langit dan bumi ini adalah tahta Allah dan tempat berpijak sebagai tumpuhan kaki Nya. Jadi tidak ada celah bagi manusia mengingkari sumpahnya, bagi mereka yang melanggar sumpah pasti mendapat upahnya, karena Tuhan-lah saksi utamanya. Maka berbahagialah orang yang berhati damai, jujur dan benar. Katakan yang sejujurnya, jika ya katakanlah ya, jika tidak katakan tidak, ketegasan yang demikian ini tidak akan menjerumuskan tetapi apabila ada yang lebih dari itu tentunya berasal dari yang jahat, tidak ada lagi kejujuran dan kebenaran! (bsa).
Leave a Reply