LEGIO MARIA DAN KOMUNI ORANG SAKIT
Salah satu pelayanan pastoral dari Legio Maria Annunciata adalah membawa komuni, bagi para lansia atau umat yang sakit di rumah mereka masing-masing. Pelayanan ini dilaksanakan setiap ‘Jum’at Pertama, Natal dan Paskah’.
Begitu pula untuk Paskah tahun ini, Setelah selesai mengikuti Misa Minggu Paskah, sekitar pukul 06.50 para Legioner dan para Suster yang bertugas mulai berdatangan di Susteran Karmelitas jalan Rinjani. Bisa dikatakan, setiap tahun, Rinjanilah markat tempat persiapan. Tahun ini, karena keterbatasan jumlah Suster di komunitas Rinjani dan Pandeglang, maka Suster Alma dan Suster Karmelitas dari Karangwidoro ikut melayani.
Para suami dari ibu-ibu Legioner ikut terlibat dengan menjadi ‘driver pastoral’ bagi Yesus yang hadir dalam komuni suci, bagi para Suster dan anggota Legioner. Karena umat yang dilayani cukup banyak, maka bagi yang merasa perlu, dapat menikmati makan pagi ala kadarnya. Suasana pagi itu penuh dengan kegembiraan Paskah, semangat kebangkitan menyelubungi mereka.
Akhirnya tibalah bagi mereka untuk di utus melayani umat Allah yang tidak dapat mengikuti Misa Lansia di Gereja, karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Tanpa rasa lelah mereka menempuh perjalanan, baik ke lokasi-lokasi yang dapat di tempuh menggunakan kendaraan maupun sampai ke tempat-tempat yang harus ditempuh dengan berjalan kaki dari gang ke gang.
Para Lansia yang dilayani sudah menanti-nanti di ruang tamu atau di tempat tidur bagi yang sakit. Walau hanya di rumah, mereka menunggu dalam suasana iman dan doa, berpakaian rapi dan bersih karena akan mereima ‘komuni suci’ yang adalah Tuhan Yesus sendiri. Lilin, salib dan patung Bunda Maria disediakan di meja kecil, sehingga saat Tuhan Yesus hadir, ibadat singkat menerima komuni suci dapat di mulai.
Penerimaan komuni pada hari raya Paskah sedikit berbeda, selain berdoa bersama dan menerima ‘komuni suci’ mereka mendapat bingkisan Paskah yang telah disediakan oleh Seksi Peyanan Sosial.
Indahnya pelayanan Gereja, ada yang melayani di Gereja dalam misa lansia, ada pula yang mendedikasikan diri bagi umat yang tidak dapat hadir di Gereja karena fakor usia
dan kesehatan. Beginilah pelayanan bagi pembangunan ‘tubuh Kristus’ yang adalah GerejaNya oleh para Legioner (bdk.Ef 4:12).





Hari Minggu, 3 April 2011 Bacaan Injil dari Yoh. 9:1-41 yang intinya Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang buta sejak lahir.
Hari itu aku menemani bunda Maria Hartati yang tidak dapat melihat karena sakit, menerima komuni kudus dari seorang Asisten Imam Gereja Santo Petrus Tuban, sebagai kenangan terakhir sebelum beliau pergi untuk menikmati “Perjamuan Abadi di Surga” pada Sabtu 9 April 2011 pk. 07.40 WIB.
Kehadiran pembagi komuni entah itu Suster, Frater, Asisten Imam ataupun Legioner sangat diharap dan ditunggu oleh mereka yang menanti kehadiran Tuhan. Selamat Bertugas, Selamat Paskah, Tuhan Memberkati!