SETIAKAH KITA ?

Disambut kedatangannya secara meriah dan dielu-elukan, mungkin hanya akan dialami oleh segelintir orang. Itupun hanya bila kita ‘berhasil’ menjadi seseorang yang dikenal secara luas oleh banyak orang di berbagai wilayah. Misal; seorang pejabat, seorang artis ataupun seorang tokoh yang terkemuka. Bagaimana rasanya ??? MUNGKIN, ada kebahagiaan tersendiri. Apalagi jika sesudah penyambutan yang gegap gempita masih dilanjutkan dengan berbagai perayaan. Sepertinya kebahagiaan yang tak kunjung henti.
Memasuki kembali kota Yerusalem, Yesuspun disambut dan dielu-elukan, bahkan itu adalah permintaanNya. Agak menyimpang dari kebiasaanNya memang, karena sejauh yang kita baca dalam Injil, seringkali Yesus malah meminta supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang karya ajaib yang Ia lakukan, dan sesudahnya biasanya Yesus pergi untuk menyepi dan berdoa. Yesus tahu benar bahwa penyambutan ini akan menghantarNya pada kesengsaraan dan penderitaan yang akan ditanggungNya. Bahkan mautpun akhirnya akan mengalahkanNya. Namun Yesus tetap SETIA akan apa yang menjadi tugas perutusanNya. Dan tak selangkahpun, ia mundur.
SETIA PADA KOMITMEN, itu adalah kata kuncinya. Sebuah keutamaan yang sulit dicari nilai tandingannya, apalagi dijaman seperti sekarang ini. Saat orang merasa ‘educated’, lalu menghalalkan segala cara, mencari pembenaran akan kemangkiran atau ketidaksetiaan pada komitmen yang telah diucapkannya. Namun, Yesus dengan rela dan ikhlas menjalani semua penderitaanNya. Adakah manusia yang se-Agung itu??
Para saudaraku, mari kita belajar dari kesetiaan Yesus. Setiakah kita pada komitmen-komitmen kecil kita??? Semoga [ma_de]

Renungan Berkat Minggu
17 April 2011

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>