DITENGGELAMKAN DALAM KASIH YESUS
Mendengar berita menggembirakan tentang “Beato Yohanes Paulus II” yang sebelumnya kita sapa dengan Paus Yohanes Paulus II, hati ini kagum akan kasih Allah yang tak terhingga, yang tidak dapat dihitung, melalui hamba pilihanNya yaitu Beato Yohanes Paulus II. Kita semua mengenal riwayat hidupnya dan cintanya akan Gereja, kepeduliannya akan kemanusiaan, pewartaannya akan Tuhan Yesus khususnya cinta dan pengampunan Yesus melalui kesaksian hidup konkritnya sendiri.
Sampai hari ini, Gereja tidak henti-hentinya menghidangkan sajian rohani, melalui teladan hidup orang kudus dan melalui kasih Yesus yang termuat dalam Kitab Suci.
‘Kehadiran’ sekali lagi ‘kehadiran’ Yesus sepanjang masa Paskah sampai Hari Raya Pentakosa dapat kita rasakan dengan membaca, merenungkan ‘Injil Yohanes’ yang digunakan sebagai bacaan Injil dalam misa. Yohanes murid yang dikasihi Yesus, membagikan kasih Yesus dalam Injil Yohanes.
Siapapun dapat merasakan kasih Yesus melalui Injil Yohanes, bersahabat dengan Yesus. Semua orang boleh menikmati kehadiran Yesus yang kita cintai, bergembira karena persahabatan dengan Yesus.Kehadiran seorang sahabat memang menggembirakan. Kehadirang orang yang kita kasihi sangat menggembirakan. Orang itu adalah Yesus Tuhan.
Salah satu pesan Yesus “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal ….supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada” ( Yoh 14:1-2).
Betapa lembut, indah dan penuh kasih kata-kata Yesus yang akan menyatukan kita semua, menarik kita tinggal dalam rumahNya yang kudus.
Begitulah Yesus mengasihi kita, dengan menyediakan tempat, memberikan diriNya terbagi-bagi untuk semua orang yang Dia kasihi, membuka pintu rumahNya bagi siapa saja yang rindu akan kasihNya.
Tak terhitung kasih Yesus, walau kita seperti Petrus yang kadang bingung dalam mengasihi Yesus, suatu saat membela Yesus, di saat yang lain menyangkal Yesus.
Walau kita seperti Yudas, yang dikasihi oleh Yesus namun menjual dan mengkhianati Yesus.
Namun percayalah, kasih Yesus tidak menghitung itu semua, Yesus menanti kita yang masih seperti Petrus dan Yudas, sesuai kelemahan kita masing-masing. Karena kasih Yesus, kita diberi kesempatan menjadi Yohanes-Yohanes lain yang mengasihi Yesus. Memang kasih kita masih berubah - rubah, pribadi kita terpecah-pecah; sikap badan sujud menyembah, maksud hati berdoa, pikiran melayang ke tempat lain; walau begitu kasih Yesus tetap utuh, tidak berubah mencintai dan mengasihi kita.





Leave a Reply