PAROKI YANG PROFETIK
Suatu hari, saat ngobrol ngalor - ngidul di lingkungan, bapak Z mengatakan : ” Waahh … nek aku dadi Ketua Dewan, sopo seng dadi Ketua Lingkungan?”. Ibu X langsung menimpali : “Dicatet cepeett…ternyata masih mau jadi Ketua Lingkungan, ayoo pilih calon lain untuk Ketua Dewan!” Bapak Z jadi salah tingkah, karena bukan itu maksudnya, namun umat selingkungan 100% setuju kalau bapak Z dicalonkan Ketua Lingkungan lagi; sekarang mereka memilih calon Ketua Dewan. Siapa ya? Bapak B grogi katanya jangan dulu, ibu R mundur teratur belum ijin suami, bapak W merasa belum pantas … lalu siapa? Memang dalam kerendahan hati banyak yang merasa belum waktunya, tidak layak dsb. Padahal bila merenungkan “Landasan Biblis” yang tercantum dalam ‘Sosialisasi Pemilihan Calon Ketua DPP” syarat dari Gereja sangat mudah yaitu “Melayani jemaat sebagai upah dan melayani Injil tanpa upah” 2 Kor 11:23 - 29.
Saat ini, di zaman modern yang cenderung individualistis dan sekularistis, terror di mana-mana, korupsi jadi berita utama, ketidak-adilan melilit rakyat kecil, kemiskinan di Betlehem hadir kembali, konsumenristis mendarah daging dsb; dalam situasi di atas, membanggakan bahwa Paroki Katedral hadir dalam semangat ‘ P E L A Y A N A N ‘.
Sekali lagi, masyarakat luas dan umat Allah merindukan ‘ pelayanan ‘. Maka Gereja universal, khususnya Paroki Katedral dipanggil menjadi ‘Tanda Kehadiran Kerajaan Allah’ seperti Yesus sendiri yaitu ‘melayani’. St.Paulus satu dari umat Allah yang mau melayani tanpa syarat.
Jadi, keterlibatan dalam pelayanan pastoral Gereja, baik sebagai Ketua DPP, sebagai pengurus tingkat parokial maupun lingkungan atau sebagai umat Allah, adalah ‘menggembirakan’ sebab memiliki kesempatan ‘melayani’. Bukan ahli pastoral boleh-boleh aja aktif terlibat berpastoral, bukan Pakar (apa-apa dibikin sukar) Pastoral juga diterima kok … yang penting mau melayani. Naahh … gampang khan, tidak ada alasan untuk menolak atau keberatan bila dipilih.
Singkat kata, merenungkan “Sosialisasi Pemilihan Calon Ketua DPP” sambil memanjatkan ‘ D O A ‘ yang telah disediakan dalam konteks di atas, maka dapat dikatakan bahwa umat Allah di Paroki Katedral tercinta, saat ini sedang dibawa menuju ‘KOMUNITAS BASIS’ yang ‘pendoa’ dan ‘profetik’ di tengah-tengah dunia yang disorientasi. Profetik maksudnya mampu memberikan kesaksian kebenaran yaitu kesaksian tentang kekuatan ‘D O A’ di mana buah-buah doa tersebut nyata, yaitu Gereja yang ‘melayani’ , sebagai tanda bahwa kita hadir di dunia, namun tidak terikat pada hal-hal dunia namun sibuk melayani.
Satu Paroki yang profetik adalah Paroki di mana umatnya mampu memberikan jawaban tepat guna dan benar. Paroki Katedral telah memberikan jawaban tersebut yaitu ‘Berdoa & Melayani’. Sekarang … siapa yang siap melayani seperti Yesus melayani atau seperti Paulus? Mungkin Yesus telah memilih anda, jangan takut!
BRAVO PAROKI KATEDRAL !!!




Leave a Reply