TUGAS DAN ALUR HIDUP IMAN

TUGAS DAN ALUR HIDUP IMAN

Apabila kita perhatikan ternyata pembagian tugas dan tanggung jawab telah dilakukan para rasul sejak gereja perdana. Sebab sepandai apapun setinggi apapun penetahuannya tidaklah akan dapat mengerjakan segala macam pekerjaan itu sendiri. Maka dari itu ada pelimpahan dan pembagian tugas dalam komunitas, tidak ubahnya dalam kehidupan menggereja dewasa ini, itulah yang disebut kepeminpinan partisipatif. Tentunya yang dipilih atau yang ditunjuk adalah mereka yang memiliki kemampuan/kecakapan memikul tanggung jawab dan dapat dipercaya, sehingga tidak ada kekuatiran untuk menyalah gunakan wewenang, penyelewengan, korupsi atau melalaikan tugas-tugas yang menjadi tangung jawabnya. Karena dalam tugas ini adalah tugas dan tanggung jawab pelayanan, tentu harus memiliki keberanian dan komitmen dalam mengambil tugas dan tanggung jawab tersebut

Untuk melaksanakan pekerjaan yang demikian tidak akan terlepas dari pemilihan keteladanan moralitas yang handal penuh hikmat Allah. Maka hendaklah datangl kepada Yesus sebagai batu penjuru yang hidup, yang dibuang manusia, tetapi dipilih dan dihormati di hadirat Allah. Jadi biarkanlah kita yang percaya dan mengimani Yesus juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk membangun rumah rohani, yang berkenan kepada Allah karena Yesus. Hal ini telah diisyaratkan bahwa di Sion akan diletakkan sebuah batu penjuru terpilih, batu yang mahal dan siapa yang percaya tidak akan dipermalukan. Tetapi bagi mereka yang tidak percaya akan menjadi batu sandungan. Dengan demikian Allah telah memanggil kita untuk keluar dari kegelapan dan masuk kedalam terang-Nya yang sungguh menakjubkan.

Lalu kemudian kita dihadapkan dengan suatu pilihan jalan kehidupan yang abadi. Sekarang kita mau apa? Yesus berkata kepada murid-murid-Nya janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Kata Yesus kemudian, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup” Sehingga dengan demikian apabila kita didalam menjalani kehidupan tidak berada pada jalan Yesus maka akan menemukan jalan yang salah arah menuju tujuan kita, hendaklah kita berjalan melalui Yesus agar menemukan jalan yang baik dan setiap perjalanan akan menemukan kebenaran dalam menuju suatu tujuan hidup kita, sebab jalan yang Yesus persiapkan adalah jalan yang benar dan apa yang Yesus firmankan adalah kebenaran, oleh karena itu apa bila jalan yang kita lalui dan yang kita lakukan adalah yang benar pastilah kita akan sampai pada tujuan hidup yang abadi. Mengapa demikian? Karena barang siapa percaya dan melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti yang Yesus kerjakan, maka mereka sebenarnya melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan juga. Inilah iman kepercayaan dalam menempuh alur jalan iman Yesus Kristus dan pastilah kita tidak cemas dan gelisah akan hidup didunia ini dan kelak memperoleh hidup yang kekal. (bsa)

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>