KERAJAAN ALLAH DI HATI ANAK-ANAK

Anak-anak membutuhkan Gembala

Anak-anak membutuhkan Gembala

Beato Yohanes Paulus II mengatakan : “Masa depan berawal dari hari ini, bukan esok”.

Ungkapan indah di atas, sangat tepat dikaitkan dengan perkembangan pembinaan iman anak-anak melalui Bina Iman khususnya di Paroki Katedral, baik yang diselenggarakan di lingkungan-lingkungan atau di Pastoral Center. Anak-anak semakin mendapat tempat di hati Gereja.

di Gereja, anak-anak berdoa & berdialog dengan Tuhan Yesus

di Gereja, anak-anak berdoa & berdialog dengan Tuhan Yesus

Kehadiran mereka merupakan satu faktor yang menentukan perkembangan Gereja. Inilah yang dikatakan Beato Yohanes Paulus II, anak-anak memiliki hidup menggereja sesuai usianya, pengalaman inilah yang menjadi bekal dan akan membentuk mereka menjadi Gereja yang tangguh.

satu ungkapan iman Kristiani mereka ....

satu ungkapan iman Kristiani mereka ....

Kerajaan Allah berkembang dalam dirinya dan terus bertumbuh sesuai usianya; walau belum terungkap dan kelihatan, karena masih di ’save’ rapat-rapat, minimal mereka telah memilikinya bagaikan benih sesawi.

Pengalaman hidup menggereja dalam diri anak-anak tidak dapat di‘copy- paste’ dari satu anak ke anak yang lain. Pengalaman tersebut tidak boleh di‘crop’ apalagi di‘delete’ oleh kita yang lebih dewasa, dengan alasan tidak ada waktu bagi mereka.

ekspresi iman yang melayani, dibantu oleh kakak misdinar

ekspresi iman yang melayani, dibantu oleh kakak misdinar

Setiap anak mengalami kasih Allah Bapa secara unik, berbeda satu dengan yang lain. Mereka mampu menangkap pesan Yesus yang mengubah hidupnya secara pribadi dan merasakan penyertaan Roh Kudus yang memanggil mereka untuk berdoa, untuk terlibat menggereja sesuai dengan talentanya masing-masing.

mengalami kekayaan liturgi Gereja karena terlibat

mengalami kekayaan liturgi Gereja karena terlibat

Oleh karena itu patut kita acungkan jempol untuk para orangtua yang mau repot mengantar anak-anak ke Gereja atau Bina Iman. Proficiat bagi para pembina yang mendampingi mereka melalui pelajaran yang memiliki unsur ‘kateketis’, pendampingan iman yang ‘liturgis’ baik teori maupun praktek dalam doa dan misa anak. Pembinaan yang bersifat ‘misioner’ untuk mengenal berbagai kekayaan hidup menggereja dengan mengadakan kunjungan keberbagai tempat, antara lain ke biara-biara, ziarah ke Bunda Maria di berbagai goa Maria di Paroki Malang Raya dsb.

Pembinaan meliputi berbagai unsur di atas membawa anak-anak sampai pada tahap ‘pendalaman’ iman sesuai usia mereka. Berbagai kegiatan tersebut bukan hanya sekedar ‘add effect’ lalu ’slide show’ di altar sebagai pemazmur cilik, lektor kecil, koor anak-anak atau untuk membuktikan bahwa mereka sudah bisa berdoa Rosario.

berkat dari Yesus melalui sang Gembala, sangat dinanti-nantikan ....

berkat dari Yesus melalui sang Gembala, sangat dinanti-nantikan ....

Anak-anak Paroki Katedral sebagai gambaran Gereja masa depan, yang masih hidup di jaman ini, secara sederhana telah belajar hidup mistik seperti yang dikatakan St.Yohanes Salib : ” Jiwa manusia harus mengosongkan dirinya secara total lebih dahulu agar dapat dipenuhi oleh Allah sendiri”.
Anak-anak adalah “Kerajaan Allah” yang mulai bersemi, bagai taman mini di hati Gereja, telah belajar agar Allah menguasai manusiawinya, bukan dirinya sendiri yang mengatur hidupnya. Bila anak-anak mau dan bisa, bagaimana dengan kita yang dewasa?

persembahan untuk Yesus yang mencintai anak-anak

persembahan untuk Yesus yang mencintai anak-anak

“Proficiat” untuk para pembina iman anak-anak : “Mbak Yustin, ibu Basuki, ibu Pipit, ibu Iin, bpk.Hendri, bpk. Johan, Sr.Katrin,PIJ yang melayani di Pastoral Center, Ibu Thomas di lingkungan Elisabet, sedangkan ibu Eko dibantu mahasiswa/i Brawijaya di Sengkaling, Sr.Yustin,H.Carm di Landungsari, di lingkungan St.Theresia oleh Sr.Johana Bunga,H.Carm dan ibu Srikit serta para mahasiswa/i IPI yang diutus ke berbagai lingkungan.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>