Pentakosta Saatnya Lebih Menghayati Roh Kudus
Manusia diciptakan oleh Allah Yang Maha Esa dalam Tiga Pribadi: Bapa, Putera, dan Roh Kudus, sesuai gambar citra-Nya, sehingga jati diri dasar manusia adalah trinitaris.
Tiga pribadi selalu dan selama-lamanya ber-relasi dalam Komunio (persekutuan) Maha Sempurna, dengan saling memberikan dan menerima kasih ilahi abadi secara sempurna.
Kita masing-masing tanpa kecuali, ditarik dan didorong Allah untuk melibatkan diri dalam Komunio Kasih tersebut sekuat dan semampu kita, dalam relasi vertikal. Serempak itu pula, kita ditarik dan didorong melibatkan diri, sesuai kemampuan dan talenta kita, ke dalam komunio kasih dengan sesama dalam relasi horizontal.
Keterlibatan mesra tersebut membuahkan dan menjamin keselamatan dan kebahagiaan kita, sekarang dan kelak dalam keabadian.
Roh Kudus, dalam perutusan Bapa dan Putera, mendorong keterlibatan itu dengan bisikan lemah lembut dan doa yang tak terucapkan di dalam hati kita, agar perjalanan hidup kita selalu mengacu dan menapak jalan, kebenaran, dan hidup Yesus Kristus yang telah Dia ajarkan dan teladankan kepada manusia, yang pada hakekatnya adalah hidup komunial dalam Komunio dengan Allah dan sesama (=Kerajaan Allah).
Roh Kudus selalu menggelorakan semangat dan pemeliharaan komunio keuskupan, paroki, wilayah, lingkungan, keluarga, dan komunitas kategorial. Karya-Nya tetap mewujud pada Kesatuan dalam Keanekaragaman serta Keanekaragaman dalam Kesatuan.
Dengan sesungguhnya, kita tidak mungkin dapat hidup bahagia, damai, dan sejahtera tanpa ber-komunio dalam Roh Kudus. (A.S).
Berkat Minggu, 12 Juni 2011
Leave a Reply