BATU PENJURU MORAL DAN ETIKA
BATU PENJURU MORAL DAN ETIKA
Perumpamaan yang diberikan Yesus tentang penggarap kebun anggur sangatlah menyentuh hati kita, mengapa? Sudahka kita merasa menerima dan berterima kasih kepada Allah atas pemberian kasih-Nya yang begitu besar kepada kita. Segala sesuatunya telah dipersiapkan dengan baik bagi kita, namun apa yang terjadi? Kita tidak menyadari bahwa kasih Allah yang diberikan sungguh melimpah, ibarat air hidup ditumpahkan semua agar mendapat kesegaran dan menikmati kasih itu sediri.Tuhan telah memberikan firman kepada kita dengan harapan kita melaksanakan firman-Nya sehingga menghasilkan buah kehidupan, harapan menjadi pupus karena firman berlalu begitu saja. Akibatnya harapan memdapat kebenaran dan keadilan, kebaikan dan keluhuran budi terlepas dan yang didapat hasilnya berupa kejahatan, kelaliman dan kebobrokan, suatu buah yang tidak diinginkan sungguh bertolak belakang dengan hukum cinta kasih.
Firman Tuhan diharapkan dapat merubah sikap dan tingkah laku agar berbudi baik bagi umat-Nya, hal ini sebenarnya dapat untuk dasar pendidikan dan pembentukan karakter umat, namun tindakan para pendengarnya sangat mengecewakan. Mereka melakukan tindakkan kekerasan. perampasan, merusak dan ingin berkuasa atas hak orang lain. Disini nyata benar bahwa Kasih Allah sungguh total diberikan kepada umat-Nya, namun umat dalam menyambutnya hanyalah bertepuk sebelah tangan saja, tidak ada keseimbangan dan tidak ada balasannya terhadap kasih itu sendiri. Sangat mengecewakan kasih seorang yang begitu besar, tetapi kenyataannya makin pahit kekecewaan yang diterimanya. Oleh karena itu janganlah menyia-nyiakan Yesus sebagai batu penjuru kelak akan dicari untuk titik tolah pertobatan dan pengampunan, sebagai batu penjuru moral dan etika, pembentukan karakter umat disitulah letaknya kasih yang tulus iklas dicurahkan kepada umat hendaknya ditangkap dengan bijak penuh kesadaran akal budi dan tidak disia-siakan. Tidak lain itu adalah ditujukan kepada kita semua, sebagai anak-Nya yang dikasihi..
Tuhan Yesus berkata: Aku berkata kepadamu bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada bangsa lain yang menghasilkan buah Kerajaan itu. Semoga kita sebagai anak-anak Yesus memperolehnya dan mampu menilai sejauh mana kita dapat merasakan kasih Allah dan membalasnya. Perumpamaan tadi jelas menunjukkan mana orang yang jahat dan nama orang yang baik sebagai pewaris Kerajaan Allah. Hendaknya kita mawas diri agar tidak tersesat seperti perumpamaan menginkan hasil panen buah anggur yang baik tetapi yang didapat buah anggur yang asam, Allah telah mengasihi umat secara total kendaknya kitapun membalasnya secara total juga. Seperti kata Santo Paulus hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (bsa))
BATU PENJURU MORAL DAN ETIKA
Perumpamaan yang diberikan Yesus tentang penggarap kebun anggur sangatlah menyentuh hati kita, mengapa? Sudahka kita merasa menerima dan berterima kasih kepada Allah atas pemberian kasih-Nya yang begitu besar kepada kita. Segala sesuatunya telah dipersiapkan dengan baik bagi kita, namun apa yang terjadi? Kita tidak menyadari bahwa kasih Allah yang diberikan sungguh melimpah, ibarat air hidup ditumpahkan semua agar mendapat kesegaran dan menikmati kasih itu sediri.Tuhan telah memberikan firman kepada kita dengan harapan kita melaksanakan firman-Nya sehingga menghasilkan buah kehidupan, harapan menjadi pupus karena firman berlalu begitu saja. Akibatnya harapan memdapat kebenaran dan keadilan, kebaikan dan keluhuran budi terlepas dan yang didapat hasilnya berupa kejahatan, kelaliman dan kebobrokan, suatu buah yang tidak diinginkan sungguh bertolak belakang dengan hukum cinta kasih.
Firman Tuhan diharapkan dapat merubah sikap dan tingkah laku agar berbudi baik bagi umat-Nya, hal ini sebenarnya dapat untuk dasar pendidikan dan pembentukan karakter umat, namun tindakan para pendengarnya sangat mengecewakan. Mereka melakukan tindakkan kekerasan. perampasan, merusak dan ingin berkuasa atas hak orang lain. Disini nyata benar bahwa Kasih Allah sungguh total diberikan kepada umat-Nya, namun umat dalam menyambutnya hanyalah bertepuk sebelah tangan saja, tidak ada keseimbangan dan tidak ada balasannya terhadap kasih itu sendiri. Sangat mengecewakan kasih seorang yang begitu besar, tetapi kenyataannya makin pahit kekecewaan yang diterimanya. Oleh karena itu janganlah menyia-nyiakan Yesus sebagai batu penjuru kelak akan dicari untuk titik tolah pertobatan dan pengampunan, sebagai batu penjuru moral dan etika, pembentukan karakter umat disitulah letaknya kasih yang tulus iklas dicurahkan kepada umat hendaknya ditangkap dengan bijak penuh kesadaran akal budi dan tidak disia-siakan. Tidak lain itu adalah ditujukan kepada kita semua, sebagai anak-Nya yang dikasihi..
Tuhan Yesus berkata: Aku berkata kepadamu bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada bangsa lain yang menghasilkan buah Kerajaan itu. Semoga kita sebagai anak-anak Yesus memperolehnya dan mampu menilai sejauh mana kita dapat merasakan kasih Allah dan membalasnya. Perumpamaan tadi jelas menunjukkan mana orang yang jahat dan nama orang yang baik sebagai pewaris Kerajaan Allah. Hendaknya kita mawas diri agar tidak tersesat seperti perumpamaan menginkan hasil panen buah anggur yang baik tetapi yang didapat buah anggur yang asam, Allah telah mengasihi umat secara total kendaknya kitapun membalasnya secara total juga. Seperti kata Santo Paulus hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (bsa))
Leave a Reply